Kale Locale
📍 Restoran fine dining di Kota Surakarta
Kale Locale menawarkan pengalaman makan unik di tengah Kampung Batik Laweyan, Surakarta. Dengan konsep fine dining, restoran ini menyajikan menu berkonsep fusion yang menggabungkan cita rasa tradisional dengan sentuhan mancanegara. Harganya terjangkau, termasuk full meal course, dan lokasinya menarik meski agak masuk ke dalam permukiman.
Layanan di Kale Locale cukup memuaskan, dengan pelayan yang cepat tanggap dan informatif. Namun, interaksi dengan tamu bisa ditingkatkan untuk pengalaman fine dining yang lebih lengkap. Suasana restoran yang vintage dan eksklusif, dengan kapasitas terbatas, membuat pengunjung merasa nyaman dan terhormat.
Fitur dan layanan dari Kale Locale
- Tempat duduk di area terbuka
- Makan di tempat
- Kopi enak
- Makanan pencuci mulut enak
- Pilihan teh enak
- Makan siang
- Makan malam
- Makan sendiri
- Kopi
- Makan siang
- Makan malam
- Hidangan penutup
- Tempat duduk
- Layanan pesan di meja
- Toilet
- Nyaman
- Romantis
- Santai
- Tenang
- Trendi
- Berkelompok
- Turis
- Disarankan reservasi dulu untuk makan malam
- Menerima reservasi
- Kartu debit
- Kartu kredit
- Pembayaran seluler dengan NFC
- Cocok untuk anak-anak
- Parkir di jalan berbayar
Kale Locale berada di posisi 56 dari 77 di restoran fine dining di Kota Surakarta
Ulasan Pelanggan
Kale Locale memiliki peringkat 4.7 dari 5 berdasarkan 201 ulasan di Google
Pengalaman yang sangat menarik dengan harga nggak sampe 175K sudah termasuk full meal course. Untuk lokasi memang agak masuk ke dalam, tapi buat yg memakai mobil masih bisa parkir di pinggir jalan kecilnya dan jalan ke dalamnya sekitar 100-200 meter-an. Saya datang saat jam makan siang dan ternyata di lokasi cuma tersedia kipas angin. Mungkin karena idenya juga rumah tua, jadi memang tidak cocok menggunakan AC. Akibatnya di jam makan siang yang panasnya cukup terik, makan selama 1-2 jam terasa sangat menyiksa. Ditambah di tempat saya duduk tidak terasa angin dari kipas angin sehingga jadi berkeringat basah kuyup. Untuk segi rasa juga menurut saya pribadi bukan sangat enak, cenderung cukup biasa, tapi menarik karena bisa explore menggunakan bahan makanan cukup jarang saya makan secara pribadi.
Nggak sengaja nemu destinasi unik di solo. Langsung booking bertepatan dengan long weekend imlek. Kurang lebih 170an ribu per pax. Pas menuju lokasinya kesasar di jalan labirin perkampungan, untung bisa keluar. Ke sini cuma bisa pakai motor dan parkir di depannya, kalau mobil harus jalan dulu. Suasananya kayak rumah nenek, cukup bersih dan nyaman. Penerangan juga cukup, cuma agak panas. Di sini ala fine dining ya, tersedia 5 menu yang sudah disusun oleh timnya. 3 makanan dan 2 minuman. Rasanya unik, nggak semua orang cocok. Bagi yang suka explore kuliner bakalan cocok. Kenyang? Relatif. Menurut saya makan di sini bukan cari kenyang, tapi cari experience sih. Kombinasi menunya juga unik. Buat yang suka experience di kuliner bisa mampir ke sini ya!
Mencoba dinner ala fine dining gitu dengan lokasi restonya di tengah Kampung Batik Laweyan. Sistemnya pakai rsv gitu dan kita tinggal dateng di jam yang udah ditentukan dan dia hanya open batch dengan jangka waktu tertentu. Tempatnya di rumah klasik gitu, cantik banget bener bener tipikal rumah yang kalo di film-film Italia adalah rumah yang dipake pesta kebun atau outdoor wedding. Makanannya enak semua, ga cuma cantik platingnya tapi juga memuaskan rasanya. Harganya juga masih standar sih menurutku dengan kualitas dan porsi makanan yang disajikan. Cuman menurutku pengalaman fine diningnya bisa dielevate lagi dengan menjelaskan makanannya lebih detail lagi, ngobrol dengan customer juga, soalnya makanannya hanya disajiin dikasih tau namanya terus udah ditinggal. Interaksinya bener bener cuman pas masuk dan mau pulang aja. Anyhow, tetep seru karena sempet nyobain makan di sini! It's a whole new experience! Mudah mudahan bertahan lama dan sukses terus jadi bisa nyobain batch lainnya!
reservasi terlebih dahulu, saya pas di jam 12:00 weekend, cukup sepi, jalannya menuju ke lokasi cukup masuk gang permukiman warga kampung batik laweyan. semua makanan dan minumannya enak! wawasan kulinari menjadi terbuka setelah makan dari sini (menggabungkan rasa yang tradisional dengan sentuhan makanan mancanegara) sampai sekarang masih terbayang mashed potato, ikan dan ubi tumbuk, disiram kuah gulai (cocok banget semua perpaduannya) namun, memang agak janggal ya, karena di awal kita datang disambut, dan dijelaskan TnC, namun pikirnya setelah dessert akan ada penutup atau apa gitu dari staff yang menjelaskan makanannya, so it ended kinda awkwardly... nevertheless staff telah menjelaskan detail makanan dan cara konsumsinya dengan amat baik!
Pengalaman yang unik saat makan di kale lokale. Berasa makan ala2 fine dining karena menu disajikan mulai dari appetizer hingga dessert. Untuk Ambience nya juga menarik karena resto ini ada di rumah vintage dan experience seperti pulang ke rumah nenek. Tamu yang datang juga dalam satu resto hall hanya ada kapasitas maksimal 20 kursi sehingga cukup terasa eksklusif dan tidak terlalu berisik dan suasana nya masih sangat bisa untuk dinikmati. Untuk pelayanan juga cukup memuaskan. Waiters nya cepat tanggap dan sangat helpfull, dan juga saat menjelaskan tiap menu sudah sangat informatif dan jelas sehingga membuat para tamu jadi cukup curious untuk mencoba makanan yang dihidangkan. ada 6 menu yang disajikan dimana terdapat 2 minuman, 3 makanan dan 1 dessert. 1. Rumput Liar (8/10) Rasanya tidak terlalu manis dan menyegarkan. Walaupun namanya rumput liar tapi rasanya tidak seperti rumput hehehe. 2. Main di kebun (7/10) Rasa yang cukup menonjol disini hanyalah rasa timun, tidak terlalu manis dan tidak ada rasa gurih di dalamnya. Cukup segar tetapi buat saya experience nya seperti hanya makan timun dengan kripik plain sehingga ada tekstur kriuk nya. Enak tapi tidak istimewa. 3. Cuko Miso (8.5/10) Ini saya sangat suka sekaliii !!!! Love dengan makanan ini. Overall rasanya seperti makan pempek tapi ada experience lain juga karena ada tahu dan gurita juga. Saus cuko miso nya menurut saya rasanya pas, agak pedas, manis dan gurih nya juga dapet. 4. Belakang Rumah (8/10) Aroma guava nya keluar tapi tidak terlalu strong. Untuk saya yang tidak terlalu suka dengan rasa guava masih bisa menerima rasa minuman ini. 5. Makan Malam (9/10) Ini adalah bintang nya. Saya suka sekali dengan makanan olahan daging dimana makan malam ini menyajikan daging brisket dengan mash potato. Daging brisket nya empuk dan effortless . Mash Potato nya creamy Love it !! Saus nya ada kopi tapi tidak terlalu berasa kopi hanya ada aroma kopi. Vegie nya oke masih crunchy selayaknya rasa sayuran pada steak. Salah satu yang jadi bintang di menu ini adalah Pickle Shallot rasa nya segar membuat menu ini jadi balance . Ada strawberry jam juga tapi tidak terasa terlalu manis. Jika di padukan semua komponen dalam satu suapan rasanya unik dan enak sekali. Sangat di terima oleh lidah saya. 6. Nusantara Shoot (4/10) Dan menurut saya yang membuat saya kasi rating bintang 3 adalah karena dessert ini yaaa. Menurut saya Dessert yang disajikan kurang pas dengan menu makan malam. Dimana menu makan malam sudah di sajikan berat dengan daging dan mash potato yang creamy sehingga dominan rasanya adalah creamy. Nah 4 dessert yang disajikan ini juga sama teksturnya creamy jadi menambah rasa eneg karena terlalu creamy. Yang paling parah adalah shoot yang diatas nya ada parutan kelapa, menurut saya rasa aroma kelapa dan santan nya jadi terlalu strong dan meninggalkan after taste yang cukup kuat. Tidak berhenti disitu Shoot terakhir dengan topping jelly itu katanya tidak ada rasa, dan waiters ujug2 menambahkan saus yang rasanya adalah daun jeruk which is tidak semua orang suka. Saya rasa sebaiknya di tanya dulu apakah berkenan untuk di tambahakan atau tidak, atau klo memang rasanya seharusnya daun jeruk ya di tambahkan saja dari awal jadi ya memang sudah ada saus daun jeruk nya. Karena menurut saya setelah dapet rasa eneg dari kelapa atau santan sebelumnya di tambah rasa daun jeruk ini jujurrrr semakin membuat saya eneg yaaa. Saya memang bukan sweet thoot jadi ga terlalu suka hidangan manis, dan shoot ini tidak terlalu manis tapi menurut saya tidak pas saja dengan hidangan yang lainnya terutama untuk hidangan makan malamnya. Karena rasa eneg itu bertahan lumayan lama sampe 2 jam setelahnya setelah saya berusaha minum air putih yang cukup banyak. Saran saja dari saya, klo memang makan malam sudah di beri hidangan yang berat seperti daging dan kentang yang creamy, sebaiknya dessert disajikan yang ringan, dingin dan manis untuk menghilangkan rasa terlalu creamy dari makan malam nya. Misalnya puding dengan buah dan eskrim sepertinya paling cocok setelah makan daging.
Pengalaman fine dining di "rumah nenek" yang sangat nyaman dan mengesankan! Memang sudah merencanakan jauh-jauh hari saat mau liburan ke Solo harus merasakan makan di tempat ini. Sebelumnya belum pernah makan fine dining dengan tema seperti ini (suasana yang homey dan vintage), jadi memang benar-benar menantikan experiencenya. Kami sudah mencoba booking jauh-jauh hari bahkan bulan agar tidak kehabisan slot untuk makan malam di Kale Locale saat malam natal. Beruntung sekali kami dapat slot di hari yang sudah ditentukan dan mendapatkan menu season 8 (FYI mereka akan berganti terus menunya di setiap season). Catatan penting bagi pengunjung yang membawa mobil, jangan ikuti lokasi Kale Locale di Google Maps! Dari pihak Kale Locale sudah memberi arahan bahwa parkir mobil/drop car bisa di area Batik Enza, namun kami tidak teliti membaca chat tersebut dan berakhir parkir di daerah pemakaman warga 😓 Sesampainya di sana, lokasi disterilkan untuk sesi malam (19.00-21.00). Kami sampai lebih awal sehingga bisa foto-foto terlebih dahulu di bagian halaman maupun ruang makannya. Sebelum penjamuan dimulai, kami dijelaskan mengenai konsep dan rincian menu yang akan dihidangkan oleh pelayan/waiter (maaf kalau salah sebutan). Lalu menu dikeluarkan satu per satu dan diberikan penjelasan detail mengenai bahan yang digunakan untuk memasak menu yang disajikan, cara memasaknya, hingga cara memakannya. Kami juga mengajukan pertanyaan beberapa kali ketika ingin mendapatkan suatu hal yang cukup detil mengenai menu yang disajikan. Overall, semua menu yang disajikan rasanya enak dan cukup memanjakan perut walaupun porsinya sedikit. Menu terbaik menurut saya adalah mie lethek daging, bahkan menurut saya jika menu ini dijual terpisah menjadi menu tersendiri di suatu restoran/outlet akan sangat laku saking enaknya hahaha.
Pengalaman Fine Dining yang worth it banget untuk kaum mendang mending. Kemarin dapet menu Season 8 dengan harga 167k. Terdiri dari 6 menu ( 4 makanan & 2 minuman ). -Minuman: Semangka Muda & Kuning Asem. Aku lebih suka yang Kuning Asem karena seger dan ga terlalu rempah, tapi untuk yang ga masalah sama rasa jahe mungkin Semangka Muda akan enak-enak aja (aftertastenye beneran kayak abis minum wedang jahe, cukup strong). -Main course: Ikan Ubi Tumbuak. Rasanya enak, bumbunya medok seperti masakan nusantara pada umumnya, tapi karena di-serve pakai mashed potato jadi unik (main tekstur banget, ditambah sayurnya yang masih 'kres'). -Mie Lethek Daging. Rasa enak yang familiar, mirip sohun dengan sambel terasi tomat. Yang unik beetroot picklenya, rasa asem bikin setiap kunyahan ga greasy. Wagyu slicenya juga empuk dan smoky. Yang menurutku paling 'WOW' jatuh pada appetizer dan dessertnya. -Asinan Kembang Desa Tartnya crispy bukan yang empuk, jadi pas dimakan sama asinan dan cream cheese yang lembut menciptakan tekstur yang asik di mulut. Selain tekstur, rasa juga main banget di sini. Gigitan awal asem seger, lanjut gurih, tapi ada hint manis dari nanas gel. Cita rasa baru sih buat lidahku ❤️ -Kue Markisa Sponge cake kelapanya cukup gurih, markisa curdnya manis asem, terus merenguenya yang menurutku unik karena permukaannya di-torch tapi dalemnya dingin kayak es krim. Yang ijo-ijo di sekitarnya itu kayak sirup lemon, tapi kalo kalian icip tanpa condiment lain bakal kerasa aroma kemangi. Penutup yang sempurna sih ❤️ Untuk look makanan bisa dilihat sendiri so aesthetic. Ambiencenya nyaman, ala rumah tradisional dengan kebun bunga. Apalagi tempatnya nyelip di gang kecil jadinya sepi. Mereka muterin musik jazz terus ada dupa juga deket pintu masuk (aku sih ga terganggu, wangi aja).
Informasi tentang Kale Locale
Alamat
Kale Locale terletak di Jl. Setono No.150, Laweyan, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57148, Indonesia
Website
Situs web dari Kale Locale adalah: linktr.ee/kalelocale.id
Jam Bisnis
Senin: 12:00–21:00
Selasa: 12:00–21:00
Rabu: 12:00–21:00
Kamis: 12:00–21:00
Jumat: 12:00–21:00
Sabtu: 12:00–21:00
Minggu: 12:00–21:00
